Penulis : Admin Ahlussunnah MunaAkhir-akhir ini, umat islam dikejutkan oleh ramalan datangnya kiamat pada tahun 2012 yang bersumber dari sistem penanggalan Kalender Bangsa Maya –yang menurut mereka- merupakan kalender paling akurat yang pernah ada di bumi hingga kini. Di mana pada perhitungan Bangsa Maya, kalender dimulai dari tahun 3113 SM sampai tahun 2012 M. Mereka (Bangsa Maya) menyatakan pada tanggal 21 Desember 2012 merupakan “the End of Times” Walaupun masih diperselisihkan di kalangan mereka sendiri oleh para ilmuwan dan Arkeolog tentang maksud dari “the End of Times ”, ibarat dongeng atau hikayat yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Pada manuskrip peninggalan suku Maya yang tinggal di selatan Meksiko atau Guatemala yang dianggap menguasai ilmu Falak, disebutkan bahwa pada tanggal 21 Desember 2012 akan muncul gelombang galaksi yang besar-besaran sehingga mengakibatkan terhentinya semua kegiatan di muka Bumi ini.
Ramalan akan adanya kiamat pada 2012 dari suku Maya sebenarnya belum diketahui dasar perhitungannya. Namun berita ini terlanjur menjadi isu yang sudah menyebar luas di mana-mana.
Isu seperti ini sebenarnya bukan sesuatu baru. Mengingat sebelumnya telah banyak isu-isu seputar kiamat yang dijajakan oleh para paranormal dan tukang ramal.
Masih hangat di ingatan kita ramalan hari kiamat yang terjadi pada tanggal 9 bulan 9 tahun 1999, demikian pula ramalan-ramalan lainnya. Toh, ternyata semua ramalan itu hanyalah dusta dan tidak pernah terbukti. Walau demikian, tak bisa dipungkiri pengaruh berbagai ramalan tersebut terhadap umat islam.
Maka sudah kewajiban sebagai muslim untuk saling menasihati, mengingatkan saudara-saudara kita, ternyata ada bahaya besar di balik ramalan-ramalan tersebut, yaitu bahaya atas aqidah seorang muslim.
Bagaimanakah bimbingan islam dalam menyikapi isu tersebut? Bagaimana pula tinjauan syari’at tentang permasalahan tersebut?
Rahasia Alam Ghaib Hanya Milik Allah 'Azza wa jalla
Segala sesuatu yang akan terjadi di kemudian hari termasuk dari alam/ilmu ghaib. Ilmu ghaib merupakan rahasia Allah 'Azza wa jalla, yang tiada seorang pun sanggup menyingkap tabir rahasia tersebut. Seperti jodoh, bisnis, kematian, atau seluruh yang akan terjadi di kemudian hari (meliputi peristiwa yang baik ataupun yang buruk), semuanya tersembunyi di alam ghaib, yang tidak diketahui kecuali Allah 'Azza wa jalla. Ini adalah salah satu aqidah atau prinsip seorang muslim. Allah 'Azza wa jalla berfirman (Artinya):“Katakanlah, “Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara ghaib kecuali Allah.” (An Naml: 65)
Dan dalam ayat yang lain Allah 'Azza wa jalla menyebutkan (Artinya):
“Dan pada sisi Allah–lah kunci-kunci semua yang ghaib, tidak ada yang mengetahuinya melainkan Dia sendiri.” (Al An’am: 59)
Malaikat, Manusia, dan Jin Tidak Mengetahui yang Ghaib
Suatu pengakuan para malaikat bahwa diri mereka tidak mengetahui sesuatu kecuali yang telah Allah 'Azza wa jalla ajarkan kepada mereka. Perhatikanlah bagaimana pengakuan mereka sendiri, sebagaimana firman Allah 'Azza wa jalla (Artinya):
“Dan Allah mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada malaikat, lalu (Allah) berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama-nama benda itu jika kamu (malaikat) memang orang-orang yang benar?’ mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (Al Baqarah: 31-31)
Begitu pula pengakuan para Nabi, bahwa mereka tidak mengetahui yang ghaib. Nabi Nuh berkata, sebagaimana firman Allah 'Azza wa jalla (Artinya):
“Dan aku tidak mengatakan kepada kalian (bahwa): Aku mempunyai gudang-gudang rezki dan kekayaan dari Allah, dan aku tidak mengetahui yang ghaib.” (Hud: 31)
Demikian pula Rasulullah , diperintahkan oleh Allah 'Azza wa jalla untuk mengatakan:
“Katakanlah: “Aku tidak mampu menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tiada lain hanyalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.” (Al-A’raf: 188)
Jika para malaikat yang dekat kepada Allah 'Azza wa jalla dan para nabi yang merupakan utusan Allah 'Azza wa jalla tidak mengetahui yang ghaib, maka tentunya manusia secara umum, lebih tidak mengetahui alam ghaib.
Bangsa jin pun, juga tidak mengetahui yang ghaib. Allah 'Azza wa jalla berfirman (Artinya):
“Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka tentang kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau seandainya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak tetap berada dalam siksa yang menghinakan.” (Saba’: 14)
Para pembaca rahimakumullah, kunci-kunci alam ghaib hanya berada di sisi Allah 'Azza wa jalla, tidak ada yang mengetahuinya, kecuali Dia. Namun, ada beberapa perkara ghaib yang Allah 'Azza wa jalla beritakan kepada rasul-Nya. Allah berfirman (Artinya):
“Dia-lah Allah Yang Maha Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkannya kepada siapa pun kecuali yang Dia ridhai dari kalangan rasul.” (Al Jin: 26-27)
Dalam ayat lain, Allah 'Azza wa jalla menjelaskan tentang hal tersebut (Artinya):
“Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kalian perkara-perkara ghaib, akan tetapi Allah memilih siapa saja yang dikehendaki-Nya diantara para rasul-Nya.” (Ali ‘Imran: 179)
Demikianlah, para rasul tidak mengetahui perkara yang ghaib, kecuali sebagian dari apa yang Allah 'Azza wa jalla wahyukan kepada mereka. Adapun perkara ghaib yang tidak diberitakan atau diwahyukan kepada mereka, maka mereka pun tidak sanggup menyingkap tabirnya.
Hari Kiamat Tidak Ada Satu Makhluk pun yang Mengetahuinya
Hari kiamat termasuk dari alam ghaib dan tidak ada satu makhluk pun yang Allah 'Azza wa jalla beritakan kapan terjadinya. Allah 'Azza wa jalla hanya memerintahkan kepada para rasul-Nya untuk menyampaikan peringatan kepada manusia akan datangnya hari kiamat. Namun Allah 'Azza wa jalla tidak mewahyukan kepada mereka kapan waktu terjadinya, sehingga tidak ada seorang pun yang mengetahuinya sekalipun para rasul dan para malaikat, apalagi makhluk biasa dari kalangan manusia ataupun jin. Allah 'Azza wa jalla berfirman (artinya):
“Mereka bertanya kepadamu tentang (kapan datangnya) hari kiamat. Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentang kapan datangnya hari kiamat itu hanyalah disisi Allah. Dan tahukah (wahai Muhammad) boleh jadi hari kiamat itu sudah dekat waktunya.” (Al Ahzab: 63)
Kiamat itu pasti akan terjadi bahkan beriman tentang datangnya hari kiamat termasuk dari rukun iman yang enam.
Al Imam Al Bukhari dan Al Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadits yang dikenal dengan hadits Jibril. Suatu riwayat yang cukup panjang, memuat pertanyaan-pertanyaan Jibril kepada Rasulullah , di antaranya pertanyaan tentang rukun-rukun Iman. Rasulullah menjawab:
“(Rukun) Iman adalah beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, (beriman kepada) hari akhir (kiamat), dan beriman kepada takdir yang baik dan yang buruk.”
Rasulullah juga ditanya, kapan datangnya hari kiamat? Beliau menjawab:
“Tidaklah yang ditanya lebih mengetahui daripada yang bertanya.”
Artinya kedua-duanya sama-sama tidak mengetahui kapan hari kiamat itu akan terjadi.
Dalam riwayat yang lain, Rasulullah menjawab: “… lima perkara tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah”, Kemudian Rasulullah membaca ayat:
“Sesungguhnya hanya disisi Allah tentang pengetahuan terjadinya kiamat, Dia-lah yang menurunkan hujan, mengetahui apa yang ada dalam rahim, tidak ada satu jiwa pun mengetahui apa yang dikerjakan esok harinya, dan tidak ada yang mengetahui di bumi mana dia akan mati, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Luqman: 34)
Al Imam Al-Qurthubi v berkata: “Berdasarkan hadits ini, tidak ada celah sedikitpun bagi seseorang untuk mengetahui (dengan pasti) salah satu dari lima perkara (ghaib) tersebut (sebagaimana dalam surat Luqman).
Al Imam Ibnu Katsir v berkata: “Ilmu tentang kapan datangnya hari kiamat tidak ada yang mengetahuinya, sekalipun nabi yang diutus dan malaikat yang paling dekat dengan Allah 'Azza wa jalla. (Kemudian beliau menyebutkan ayat Al A’raf: 187):
“Tidak ada yang mampu menjelaskan waktu datangnya (hari kiamat) kecuali Dia (semata).”
Oleh karena itu, datangnya hari kiamat dan penentuan waktunya merupakan ketetapan dari Allah 'Azza wa jalla, tidak ada satu makhluk pun yang mengetahuinya kecuali Allah'Azza wa jalla.
Allah 'Azza wa jalla Hanya Memberitakan Tanda-tanda Hari Kiamat
Termasuk bagian dari iman kepada hari kiamat adalah mengimani adanya tanda-tanda hari kiamat sebelum hari kiamat tiba.
Di antara tanda-tanda kiamat kubro (besar) adalah sebagaimana yang telah dikabarkan oleh Rasulullah :
“Tidak akan terjadi hari kiamat hingga terjadi sebelumnya sepuluh tanda; terbitnya matahari dari sebelah barat, keluarnya binatang (yang bisa berbicara), keluarnya Ya’juj dan Ma’juj, keluarnya Dajjal, turunnya ‘Isa bin Maryam, munculnya dukhan (asap yang meliputi manusia), terjadinya tiga longsor besar (dibenamkan ke dalam bumi) di timur, barat, dan jazirah Arab, dan yang berikutnya adalah keluarnya api dari Yaman yang menggiring manusia ke tempat berkumpulnya mereka.” (HR. Muslim no. 7467)
Hadits ini sekaligus sebagai contoh perkara ghaib yang diberitakan (diwahyukan) kepada Rasulullah . Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum terjadinya tanda-tanda kiamat tersebut.
Di antara aqidah yang harus diyakini oleh umat Islam adalah meyakini akan turunnya Nabi ‘Isa ke dunia untuk menegakkan syari’at agama Islam. Beliau akan tinggal di bumi selama 40 tahun. (HR. Abu Dawud dan Ahmad, dishahihkan Asy Syaikh Al Albani v, Ash Shahihah no. 2182)
Oleh sebab itu, jelaslah bagi kita bahwa tidaklah kiamat itu terjadi kecuali setelah muncul (terjadi) tanda-tandanya yang besar tersebut. Sehingga ramalan yang disandarkan kepada Bangsa Maya bahwa kiamat akan terjadi pada 21 Desember 2012 merupakan kedustaan dalam pandangan islam. Mengingat, ilmunya hanya disisi Allah 'Azza wa jalla, bahkan sekian banyak dari tanda- tandanya kiamat yang besar tersebut belum terjadi, seperti turunnya Nabi ‘Isa dan akan tinggal di bumi selama 40 tahun.
Demikian pula, diangkatnya Imam Mahdi sebagai pemimpin tunggal kaum muslimin yang akan berkuasa selama 7 atau 8 tahun, dan Nabi ‘Isa turun pada masa kepemimpinan beliau (sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Hakim dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani v dalam Ash-Shahihah no. 711).
Hari Kiamat Hanya Akan Dirasakan oleh Sejelek-jelek Manusia
Rasulullah bersabda:“Tidak akan tegak hari kiamat melainkan pada sejelek-jelek makhluk dan mereka lebih jelek daripada kaum jahiliyah.” (HR. Muslim no. 1924)
Maka dari itu di antara aqidah umat Islam pula hari kiamat tidak akan dialami oleh kaum muslimin. Ketika sudah dekat terjadinya hari kiamat, Allah 'Azza wa jalla mengirimkan angin untuk mematikan seluruh manusia yang masih ada dalam hatinya keimanan. (sebagaimana dalam riwayat Muslim)
Nasehat
Para pembaca rahimakumullah, dari pembahasan di atas tadi kita dapat mengetahui bahwa kiamat pasti terjadi, dan tidak ada yang mengetahui tentang waktu terjadinnya kecuali Allah 'Azza wa jalla. Oleh karena itu, semua ramalan tentang waktu terjadinya kiamat tersebut adalah batil dan dusta dalam pandangan islam yang suci ini. Namun demikian, kita semua harus berbekal dengan amalan yang diridhoi Allah 'Azza wa jalla. Guna mempersiapkan diri untuk menghadapinya, hari di saat semua amalan dihisab dan diberi balasan
Dari shahabat Anas bin Malik menceritakan adanya seorang Arab dusun yang bertanya kepada Rasulullah , kapan terjadinya hari kiamat, maka Rasulullah menjawab:
“Apa yang kamu persiapkan untuk menghadapinya?”
Orang tersebut menjawab: “Kecintaan kepada Allah 'Azza wa jalla dan Rasul-Nya.” Kemudian Rasulullah 'Azza wa jalla bersabda:
“Kamu akan bersama orang yang kamu cintai.” (HR. Al Bukhari dan Muslim no. 2639)
Wallahu a’lam bish showab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih atas kunjungannya diblog ini.
silahkan tinggalkan pesan dengan menjaga adab Islami. Jangan lupa menuliskan asal daerah anda.